Menu Bar

Kamis, 18 April 2013

Mencari Kebanggaan


Oleh : Ratmin U. Nusi, Amd

Mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan merupakan dambaan semua orang. Tak jarang mereka mengerahkan segala daya dan upaya demi mewujudkan sesuatu yang dapat dibanggakan. Sehingga terwujudlah banyak hal spektakuler di dunia dan membanggakan pemiliknya.

Contohnya Afrika Selatan tentu bangga telah berhasil menyelenggarakan pesta piala dunia beberapa waktu yang lalu. Dengan segala upaya pemerintah negara tersebut berusaha membangun sebuah stadion yang megah. Pemerintah juga membangun infrastuktur yang canggih dan modern untuk mendukung kelancaran perayaan piala dunia 2010.

Usaha Afrika Selatan mengejar kebanggaan sebagai negara penyelenggara juga telah menjadikan negri tersebut semakin dikenal di dunia. Terlebih acara tersebut juga membawa `soccernomic' atau efek ekonomi positif bagi restoran-restoran atau para pedagang di sekitar stadion. Para pedagang dikabarkan mendapatkan omset berkali lipat.

Namun disisi lain, sebagian besar rakyat di negri tersebut merasa dirugikan. Para pemilik lahan pertanian yang digusur hidup menderita, karena pemerintah tidak memberikan ganti rugi sedikitpun sebagai kompensasi atas lahan mereka. Sementara pemerintah menghabiskan biaya cukup besar untuk membangun sarana maupun proses penyelenggaraan pesta bola dunia yang begitu mewah, sebagian besar rakyat disana hidup sangat miskin.

Perspektif Cinta


Oleh : Tamliha S. Polohi,S.HI


Cinta dalam definisi saya, adalah perasaan keterikatan pada sesuatu yang membuat kita tidak ingin meninggalkannya dan tidak ingin kehilangannya selama-lamanya. Well, sekilas terlihat wajar bila kita merasakan hal ini pada lawan jenis. Tapi, tidak buatku. Adalah tidak wajar bila rasa seperti ini muncul dalam diri manusia. Tapi faktanya, dari sirah-sirah nabawiyah yang pernah saya baca, Rasulullah juga merasakan cinta yang begitu dalam pada istri-istrinya, terutama Khadijah binti Khuwailid Radhiallahu anha. Lalu? Kenapa menurutku ini tidak wajar? Hal ini tidak terlepas dari keyakinan kita.
Karena Allah-lah yang kekal abadi selamanya. Coba buka surah Ar-Rahman ayat 26-27, Kullu man alaihaa faan, wa yabqa wajhu rabbika dzul jalali wal ikraam. Semua yang ada di bumi itu akan binasa, Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Lalu dalam hatiku bertanya-tanya, mengapa Allah menciptakan perasaan cinta kepada manusia itu untuk kita? coba buka lagi surah Ali Imran ayat 14, zuyyina linnasi hubbus syahawaati minannisaa…Dzalika mata’ul hayatiddunya, wa lillahi indahu husnul maab~…Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita,dsb~…Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.Kita harus meyakini, bahwa apa yang kita jalani di dunia ini hanya sementara, jadi kesenangan hidup yang kita rasakan juga hanya sementara. Well, ini bukan hanya sebatas mencintai, tapi juga dalam memahami arti mengapa kita harus mencintai. Alasan apa yang bisa membuat kita mencintai? Tidak akan mungkin semua terjadi tanpa alasan yang jelas. Well, buat beberapa orang, mereka memaknai cinta pada lawan jenis sebagai hal yang wajar, dan mereka lupa bahwa ktia seharusnya menjaga pandangan sebagai mana isi dalam surah An Nur ayat 30-31~…Qullilmu’minina yaghuddluu min abshorihim~…Qullilmu’minati yaghuddluu min abshorihinna~…Artinya sama Katakan pada laki2/perempuan beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya.


Manajemen Qalbu

Manajemen Qalbu
Oleh : Rahman Van Tatu, S.Pd.I

Roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada suka, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu ..
Manusia bukan pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka, episode apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu ..
Cerita tidak selalu sama. Episode terus berubah. Berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar. Kadang diatas, kadang dibawah. Kadang maju, kadang mundur. Itulah kehidupan. Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu, hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran …

Rabu, 17 April 2013

Penyejuk Hati


Pernahkah kita merasa sedih dan tidak punya teman? Merasa sendiri dan tidak punya daya apa pun untuk bertahan? Pernahkah kita merasa bahwa hidup sudah tidak berguna dan kita yang hidup di dalamnya adalah sia-sia saja dan memalukan? Atau kita merasa sepi dan sesak, masalah seakan tak ada habisnya dan kitalah manusia paling sial di dunia ini? Di saat kita merasa sulit, di saat itulah Allah menguji ketangguhan kita sebagai hamba-Nya yang seharusnya tidak menyerah pada keadaan. 
Di saat kita merasa sedih, di saat itulah Allah memberi tes apakah kita bisa tetap semangat dalam menjalani hidup kita. Dan di saat kita merasa sepi sendiri, di saat itulah Allah membisikkan kepada kita bahwa kita sudah membuat jarak dengan-Nya, padahal Allah tidak akan pernah lalai dalam menemani (baca: mengawasi) kita, sehingga sebenarnya kita tidaklah sendiri, Allah tidak akan pernah pergi. ^^ Insya Allah.. Kawan, tahukah kita, siapa sih makhluk yang paling sial? *aku juga tanya-tanya nih, hehe. Apakah kita yang sedang dirundung masalah dan kesedihan yang dalam? Jika benar, maka ada anak jalanan yang benar-benar tidak mengerti arti kebahagiaan. Atau kita yang tidak disenangi atau dibenci satu dua orang? Maka ada orang yang jutaan umat membencinya, *waah siapa tuh ya? Apakah orang yang masuk penjara karena difitnah? Jika benar, maka ada orang yang diberi hukuman mati sehingga tidak bisa lagi merasakan nikmatnya nafas. Apakah orang yang tidak tahu siapa orang tuanya? Jika benar, maka ada orang yang bahkan tidak tahu siapa dirinya (baca: orang gila). Apakah orang yang bodoh dan tidak bisa membaca? Jika benar, maka ada orang yang tidak bisa bicara dan melihat. Subhanallah, ^^ sungguh syukurlah yang patut kita haturkan pada Yang Memberi Kita Hidup.